Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya :)

Kamis, 09 Januari 2014

PETA KOGNITIF TEORI PERKEMBANGAN KARIER

PETA KOGNITIF  TEORI PERKEMBANGAN KARIER


TEORI
ASPEK
Karakteristik
Perkembangan Psikologi
Pengaruh Lingkungan
Wawasan Konselor
Trait And Factor
Asumsi bahwa memiliki pola kemampuan dan minat yang dapat diketahui melalui testing, dapat juga diselidiki kualitas-kualitas apa yang dituntut dalam berbagai bidang pekerjaan.  Seseorang dapat menemukan jabatan yang cocok baginya dengan cara mengkorelasikan kemampuan, potensi dan wujud minat yang dimilkinya dengan kulaitas-kualitas yang secara obyektif dituntut bila akan memegang jabatan tertentu.
Tidak ada aspek perkembangan psikologis, dikarenakan di dalam teori ini terdapat asumsi bahwa setiap orang hanya memilki satu jabatan yang cocok baginya
Tidak ada aspek pengaruh lingkungan karena pilihan jabatan ditentukan oleh hasil tes psikologis.
Sebagai seorang konselor harus mampu membaca dan menafsirkan hasil dari tes psikologis klien, sehingga klien paham dan mengerti minat, bakat dan kemampuan.








Ginzberg
-Perkembangan dicirikan dengan adanya masa (fantasi, tentative, dan realistic)
-Fantasi (4-10 th) –pilihan karier tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya
-Tentative (11-18 th) – berorientasi pada Minat
-Realistik (>19 th) – sudah mulai bisa menilai pengalaman kerja dengan tuntuan pekerjaan.
 -Fantasi – media, dari menonton tv, mendengarkan cerita orang tua atau teman.
-Tentative – pengaruh teman.
-Realistik – pengaruh orang tua
-Memahami perkembangan individu sesuai dengan tahapan-tahapannya.
Anne Roe













Super
-Kerja itu perwujudan konsep diri atau teori matching.
-life career rainbow (self, life – span, life – space).
-Mempunyai perkembangan psikologi dalam bentuk tahapan, yakni: Growth, Exploration, Establishment, Maintenance, Decline.
-Tahapan vokasional: Crysrallization, Spesifikasi, Implementasi, Stabilisasi, Konsolidasi.
-Ada pengaruh lingkungan dalam pemilihan karir menurut Super seperti masyarakat sekitar, status sosial-ekonomi, pengaruh dari keluarga baik keluarga inti maupun keluarga besar.
-Seorang konselor harus mempunyai wawasan yang luas mengenai jenis-jenis pekerjaan yang ada.
-konselor juga hrus memiliki wawasan mengenai tahapan perkembangan manusia
- konselor juga harus jeli terhadap bakat, minat yang dimiliki oleh siswa/klienya.
-Dan konselor dapat membaca situasi lingkungan yang ada di sekitar konseli.
John Holland
-Pilihan pekerjaan merupakan hasil interaksi diri dengan kekuatan-kekuatan lingkungan luar.
-Minat menjadi cirri kepribadian yang berupa ekspresi diri dalam bidang pekerjaan.
-Penggolongan pekerjaan menjadi 6 lingkungan kerja, yaitu: lingkungan realistik, intelektual, sosial, konvensional, enterprise, artistik.
-Adanya enam jenis kepribadian yaitu: realistik, intelektual, sosial, konvensional, enterprise, artistik
-Setiap individu harus megetahui minatnya dan memampu mengenali kepribadia serta lingkungan pekerjaan yang sesuai dengan kepribadiannya. agar ia dapat menentuan pilihan karir yang sesuai dengannya.
-Lingkungan memiliki peran penting dalam pencocokan pilihan karir dengan kepribadian yang dimilikinnya
-Lingkungan menggambarkan orang-orangnya, karena diciptakan oleh orang-orang yang mempunyai minat, kemampuan dan pandangan yang cocok. Sehingga individu akan merasa nyaman bila berada dlingkungan yang orang-orangnya memiliki minat, kemampuan dan pandangan yang cocok dengannya.
Konselor harus mampu membantu klien untuk mengenali dirinya sendiri, mengenali lingkungan, mengetahui minatnya dan membantu mengarahkan klien dalam mencocokan pilihan karier atau pekerjaan dengan kepribadian, minat dan lingkungannya,  Karena lingkungan dan kepribadian yang sesuai dapat menghasilkan kecocokan karir.
Crumboltz
Konseling karir menurut Krumboltz adalah untuk memfasilitasi perolehan pengetahuan tentang diri dan skill yang dibutuhkan untuk menangani dunia yang selalu berubah yang dipenuhi dengan ketidakpastian. Teori Krumboltz juga menyebutkan ada empat kategori faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan karier seseorang yaitu, factor-faktor genetik, lingkungan, belajar, dan ketrampilan menghadapi tugas atau masalah.

Klien diarahkan untuk mau belajar dari pelatihan yang diterimanya. Individu yang tidak belajar untuk mengambil keuntungan dalam kesempatan pembelajaran yang diberikan kepada mereka dalam pelatihan dasar berkelanjutan cenderung untuk membuat keputusan tidak bagus.

Dalam teori ini faktor lingkungan dapat berpengaruh dalam pengambilan karir seorang klien, misalnya kemajuan teknologi, lingkungan masyarakat, perubahan dalam organisasi sosial, sumber keluarga. Faktor-faktor ini umumnya ada di luar kendali individu, tetapi pengaruhnya bisa direncanakan atau tidak bisa direncanakan.

Dengan berpegang pada teori ini, konselor akan berpikiran bahwa kemampuan/potensi yang dimiliki klien harus terus dikembangkan untuk menangani dunia yang selalu berubah dan  yangdipenuhi dengan ketidakpastian.



0 komentar:

Posting Komentar

berikan komentar yang pantas dan sesuai