PETA
KOGNITIF TEORI PERKEMBANGAN KARIER
|
TEORI
|
ASPEK
|
|||
|
Karakteristik
|
Perkembangan Psikologi
|
Pengaruh Lingkungan
|
Wawasan Konselor
|
|
|
Trait
And Factor
|
Asumsi
bahwa memiliki pola kemampuan dan minat yang dapat diketahui melalui testing,
dapat juga diselidiki kualitas-kualitas apa yang dituntut dalam berbagai
bidang pekerjaan. Seseorang dapat
menemukan jabatan yang cocok baginya dengan cara mengkorelasikan kemampuan,
potensi dan wujud minat yang dimilkinya dengan kulaitas-kualitas yang secara
obyektif dituntut bila akan memegang jabatan tertentu.
|
Tidak
ada aspek perkembangan psikologis, dikarenakan di dalam teori ini terdapat
asumsi bahwa setiap orang hanya memilki satu jabatan yang cocok baginya
|
Tidak
ada aspek pengaruh lingkungan karena pilihan jabatan ditentukan oleh hasil
tes psikologis.
|
Sebagai
seorang konselor harus mampu membaca dan menafsirkan hasil dari tes
psikologis klien, sehingga klien paham dan mengerti minat, bakat dan
kemampuan.
|
|
Ginzberg
|
-Perkembangan
dicirikan dengan adanya masa (fantasi, tentative, dan realistic)
|
-Fantasi (4-10
th) –pilihan karier tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya
-Tentative
(11-18 th) – berorientasi pada Minat
-Realistik
(>19 th) – sudah mulai bisa menilai pengalaman kerja dengan tuntuan
pekerjaan.
|
-Fantasi – media, dari menonton tv,
mendengarkan cerita orang tua atau teman.
-Tentative
– pengaruh teman.
-Realistik
– pengaruh orang tua
|
|
|
Anne
Roe
|
|
|
|
|
|
Super
|
-Kerja
itu perwujudan konsep diri atau teori matching.
-life career rainbow (self, life – span,
life – space).
|
-Mempunyai
perkembangan psikologi dalam bentuk tahapan, yakni: Growth, Exploration,
Establishment, Maintenance, Decline.
-Tahapan
vokasional: Crysrallization,
Spesifikasi, Implementasi, Stabilisasi, Konsolidasi.
|
-Ada
pengaruh lingkungan dalam pemilihan karir menurut Super seperti masyarakat
sekitar, status sosial-ekonomi, pengaruh dari keluarga baik keluarga inti
maupun keluarga besar.
|
-Seorang
konselor harus mempunyai wawasan yang luas mengenai jenis-jenis pekerjaan
yang ada.
-konselor
juga hrus memiliki wawasan mengenai tahapan perkembangan manusia
-
konselor juga harus jeli terhadap bakat, minat yang dimiliki oleh
siswa/klienya.
-Dan
konselor dapat membaca situasi lingkungan yang ada di sekitar konseli.
|
|
John
Holland
|
-Pilihan
pekerjaan merupakan hasil interaksi diri dengan kekuatan-kekuatan lingkungan
luar.
-Minat
menjadi cirri kepribadian yang berupa ekspresi diri dalam bidang pekerjaan.
-Penggolongan
pekerjaan menjadi 6 lingkungan kerja, yaitu: lingkungan realistik,
intelektual, sosial, konvensional, enterprise, artistik.
-Adanya
enam jenis kepribadian yaitu: realistik, intelektual, sosial, konvensional,
enterprise, artistik
|
-Setiap
individu harus megetahui minatnya dan memampu mengenali kepribadia serta
lingkungan pekerjaan yang sesuai dengan kepribadiannya. agar ia dapat
menentuan pilihan karir yang sesuai dengannya.
|
-Lingkungan
memiliki peran penting dalam pencocokan pilihan karir dengan kepribadian yang
dimilikinnya
-Lingkungan
menggambarkan orang-orangnya, karena diciptakan oleh orang-orang yang
mempunyai minat, kemampuan dan pandangan yang cocok. Sehingga individu akan
merasa nyaman bila berada dlingkungan yang orang-orangnya memiliki minat,
kemampuan dan pandangan yang cocok dengannya.
|
Konselor
harus mampu membantu klien untuk mengenali dirinya sendiri, mengenali
lingkungan, mengetahui minatnya dan membantu mengarahkan klien dalam
mencocokan pilihan karier atau pekerjaan dengan kepribadian, minat dan
lingkungannya, Karena lingkungan dan
kepribadian yang sesuai dapat menghasilkan kecocokan karir.
|
|
Crumboltz
|
Konseling karir menurut Krumboltz adalah untuk
memfasilitasi perolehan pengetahuan tentang diri dan skill yang dibutuhkan
untuk menangani dunia yang selalu berubah yang dipenuhi dengan ketidakpastian.
Teori Krumboltz juga menyebutkan ada empat kategori faktor yang mempengaruhi
pengambilan keputusan karier seseorang yaitu, factor-faktor genetik,
lingkungan, belajar, dan ketrampilan menghadapi tugas atau masalah.
|
Klien diarahkan untuk mau belajar dari pelatihan
yang diterimanya. Individu yang tidak belajar untuk mengambil keuntungan
dalam kesempatan pembelajaran yang diberikan kepada mereka dalam pelatihan
dasar berkelanjutan cenderung untuk membuat keputusan tidak bagus.
|
Dalam
teori ini faktor lingkungan dapat berpengaruh dalam pengambilan karir seorang
klien, misalnya kemajuan teknologi, lingkungan masyarakat, perubahan
dalam organisasi sosial, sumber keluarga. Faktor-faktor ini umumnya ada di
luar kendali individu, tetapi pengaruhnya bisa direncanakan atau tidak bisa
direncanakan.
|
Dengan
berpegang pada teori ini, konselor akan berpikiran bahwa kemampuan/potensi
yang dimiliki klien harus terus dikembangkan untuk menangani
dunia yang selalu berubah dan yangdipenuhi
dengan ketidakpastian.
|









0 komentar:
Posting Komentar
berikan komentar yang pantas dan sesuai